New Year, Everyone.

Aku lupa kapan tepatnya, tapi aku berhenti menaruh "happy" pada ucapan "happy new year". Alasannya sederhana seperti perasaanku yang sederhana dan biasa saja. Pergantian tahun bagiku sama seperti pergantian hari. Angka tahun bertambah satu, kemudian keseharianku berjalan seperti biasanya.

Aku punya imajinasi yang lumayan lucu bagiku, tentang representasi orang-orang yang merayakan malam pergantian tahun. Mereka seperti meletakkan terompet di samping tempat tidur. Bangun pukul dua belas teng, meniupnya, lalu kembali tidur. 

Sejujurnya aku tidak pernah membuat resolusi awal tahun, karena menurutku berubah kan tidak perlu menunggu ganti tahun? Tapi mendadak aku ingin mencoba sesuatu yang baru. Aku mengajak Zaq, sebagai sesama orang yang tidak pernah membuat resolusi, untuk membuat resolusi! Tidak banyak, kami hanya menetapkan satu resolusi saja.

Resolusiku hanya semoga aku bisa mengontrol anger issue. Aku tidak punya niatan membuat daftar panjang resolusi karena satu saja kurasa sudah... Sulit. Aku kan tidak bisa berubah menjadi kalem dalam satu malam. Prosesnya akan berat dan lama mengingat betapa rumitnya aku. Tapi aku tidak ingin terlalu lama dalam hal ini, makanya aku menetapkan target. Satu tahun. Jadilah, resolusi ✨

Orang-orang bilang untuk jangan memaksakan diri. Tapi dalam hal ini, aku akan memaksakan diri. Aku masih belum tahu apakah ini keputusan bagus atau tidak, namanya juga coba-coba. Kalau gagal, aku akan cari cara lain. Tidak ada yang tahu jalan mana yang berhasil jika tidak mencobanya :D 

Aku tidak ingin melakukan kilas balik seperti yang biasa kulakukan setiap menulis tentang tahun baru. Bukan tahun yang tenang untukku. Oh, tapi hal baiknya adalah dipenghujung tahun, aku bertemu Zaq. Banyak hal buruk,  tapi hal baik tetap ada. 

New year, everyone.

0 komentar:

Posting Komentar