Aku punya deadline yang harus cepat dikerjakan. Tapi, sebentar, akan aku abadikan momen sekarang. Sebenarnya tidak ada yang istimewa, hanya saja situasi ini, kondisi ini, juga segala yang melingkupi diriku, terasa sangat menyenangkan untuk dilewatkan begitu saja.
Aku meletakkan meja lipatku di bawah jendela. Aku duduk bersandar pada dinding, menulis, dan sesekali angin menggerakkan gorden juga rambutku yang kini sedang kuikat. Deru angin begitu lembut. Rasanya begitu cocok dengan lagu yang kuputar secara acak. Mereka seperti sepakat untuk menciptakan satu momen yang membuat hatiku damai.
Kemarin hujan badai sempat memayungi langit kota. Segala yang riuh sekaligus tenang kemarin menyisakan hawa sejuk yang menguar, mengisi tiap sudut kamar juga diriku. Terik matahari tidak sampai hati menyakitiku, begitu baik ia siang hari ini. Aku terenyuh.
Suasana di luar begitu tenang. Jalanan sepi sebab ini hari minggu, orang-orang lebih memilih berdiam di tempatnya sendiri. Aku bersyukur sekarang minggu. Aku tidak perlu menghela napas karena pikiranku dibuyarkan oleh suara kendaraan atau klakson atau mulut seseorang yang terbuka terlalu lebar.
Aku memang tidak punya kopi saat ini karena kemarin aku sudah meminumnya. Kopi adalah teman yang baik, tapi ia bukan teman yang baik jika terlalu sering bertandang. Jadi untuk menggantikannya, aku meletakkan botol air mineral di dekatku. Cukup untuk menghilangkan dahaga atau kadang kembali mengairi ide-ide yang acap kali mulai kerontang.
Baiklah, sepertinya cukup sampai segini saja. Aku harus kembali melanjutkan menulis. Ah, deadline.a
0 komentar:
Posting Komentar