Tanggal hari ini kalau ditulis rasanya jadi seperti bilangan pecahan satu per tiga, tapi aku menulisnya menjadi tiga per satu. Susunannya tanggal dulu baru bulan, karena aku tinggal disini dan aturannya seperti itu. Urutannya tanggal, bulan, tahun.
Aku sekarang sepenuhnya sadar bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa diubah walaupun sudah diupayakan olehku. Pertikaian di dalam kepalaku seperti tidak ada gunanya. Segala upaya untuk memaafkan, kembali percaya, memberi kesempatan. Itu semua sama sekali tidak ada gunanya. Aku seperti mati dan hidup lagi tanpa ada artinya untuk apa aku rela dimatikan dan untuk apa aku rela dihidupkan kembali.
Bahwa kenyataannya, ada manusia yang sama sekali tidak bisa berubah sebanyak apapun kesempatan yang diberikan.
Entah karena aku lelah atau otakku semakin sakit, aku sama sekali tidak merasakan apa-apa. Ternyata tidak merasakan apa-apa jauh lebih buruk daripada marah atau kecewa. Aku betulan tidak merasakan apa-apa. Aku hanya mendadak kosong dan tidak ingin melakukan atau memikirkan apapun. Dalam diriku, perlahan aku merasa bahwa berbicara tidak ada artinya lagi.
Tidak ada lagi keinginan untuk marah. Aku hanya menatap gorden jendela selama beberapa saat kemudian memutuskan untuk menulis. Aku merasa sangat tolol karena selama ini banyak omong tapi..
Aku.. Ada sedikitnya merasa tidak berharga. Tapi aku meyakinkan diriku bahwa itu tidak benar. Hanya karena bertemu dengan orang yang tidak menghargai perasaanku dengan baik, bukan berarti aku menjadi tidak berharga.
Aku masih berharga, tapi tidak di dalam sepasang mata itu.
Aku masih memiliki makna, tapi tidak di dalam diri itu.
0 komentar:
Posting Komentar